Kepala Desa Kedungjambal, Suminto, mengatakan kekeringan menjadi persoalan berulang selama empat tahun terakhir.
“Sumur warga ada yang kedalamannya 50, 60 hingga 90 meter, tetapi debit airnya susut drastis. Saat ini hanya ada satu sumur dalam yang masih bertahan untuk menyuplai bak penampungan,” ujarnya.
Warga terpaksa membeli air isi ulang dan air galon yang didatangkan dari kawasan pegunungan Lawu untuk kebutuhan minum. Sementara kebutuhan mandi dan mencuci dipenuhi dengan menggunakan sisa air sumur secara bergiliran.
Di tengah kondisi tersebut, bantuan terus digerakkan lintas sektor. Kali ini Puskesmas Sukoharjo bersama PMI Sukoharjo, BPBD dan Yonif TP 449/SH menyalurkan bantuan air bersih ke Dukuh Jarum.
Sebanyak 10 tangki air bersih telah disiapkan Puskesmas Sukoharjo. Tiga tangki diantaranya disalurkan pada tahap awal di Kedungjambal, sedangkan sisanya dikirim secara bertahap sesuai kebutuhan warga yang terdampak kekeringan.
"Kami juga menyiapkan alokasi 40 hingga 50 tangki air bersih selama musim kemarau untuk membantu wilayah terdampak," kata Kepala Puskesmas Sukoharjo yang juga Ketua PMI Sukoharjo, dr Kunari Mahanani.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
