SRAGEN, iNewsSragen.id — Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru di ruang digital. Kondisi tersebut mendorong Polres Sragen memberikan edukasi kepada pelajar SMA dan SMK mengenai penggunaan AI secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab.
Program edukasi tersebut menyasar pelajar di berbagai sekolah di Kabupaten Sragen. Polres Sragen membentuk tim trainer yang terdiri dari 34 personel untuk menjalankan program tersebut.
Tim trainer mulai terjun ke sejumlah sekolah sejak 10 Agustus 2026. Materi yang diberikan mencakup perkembangan AI, manfaat teknologi tersebut, potensi risiko penyalahgunaan, serta pentingnya etika dalam menggunakan teknologi digital.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana S Indyasari mengatakan perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia, khususnya generasi muda.
“Kami ingin anak-anak muda di Kabupaten Sragen tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi memahami bagaimana teknologi itu digunakan secara benar, bertanggung jawab dan memberikan manfaat. AI memiliki banyak potensi positif, tetapi jika digunakan tanpa pemahaman dan etika, tentu dapat menimbulkan dampak yang tidak baik,” ujar Dewiana.
Pelajar Dibekali Pemahaman Risiko AI
Menurut Polres Sragen, AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar, menghasilkan gagasan, membantu menyelesaikan persoalan, hingga mendukung pengambilan keputusan.
Namun, teknologi tersebut juga memiliki risiko apabila digunakan tanpa pemahaman yang memadai. Beberapa di antaranya berkaitan dengan penyebaran informasi yang tidak benar, manipulasi konten, serta berbagai bentuk penyalahgunaan teknologi di ruang digital.
Karena itu, edukasi kepada pelajar tidak hanya diarahkan pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga membangun kesadaran mengenai tanggung jawab dan etika.
Dewiana menekankan pentingnya menempatkan adab dalam penggunaan ilmu dan teknologi.
“Tempatkan adab di atas ilmu, gunakan ilmu untuk membangun peradaban. Dengan AI para calon pemimpin muda dapat membuat keputusan secara cepat, tepat dan akurat,” tegasnya.
Polres Sragen berharap pemahaman tersebut dapat membentuk pola penggunaan AI yang lebih bertanggung jawab di kalangan pelajar.
Tim trainer Polres Sragen memberikan edukasi kepada pelajar SMA dan SMK mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab.Foto: Istimewa
Bangun Ketahanan di Ruang Digital
Edukasi AI tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan masyarakat di ruang digital. Pelajar dipandang sebagai kelompok penting karena akan menjadi bagian dari generasi yang menghadapi perkembangan teknologi secara langsung.
Polres Sragen mendorong agar pelajar tidak berhenti sebagai pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkan AI untuk menghasilkan inovasi dan gagasan yang memberikan manfaat.
Penggunaan AI secara bertanggung jawab juga diharapkan dapat membantu pelajar memahami pentingnya memeriksa informasi, mempertimbangkan dampak penggunaan teknologi, serta menjaga etika ketika beraktivitas di ruang digital.
Program edukasi tersebut masih dilakukan secara bertahap melalui tim trainer yang telah dibentuk Polres Sragen.
Melalui program tersebut, Polres Sragen berharap semakin banyak pelajar di Kabupaten Sragen memiliki kemampuan digital yang dibarengi dengan karakter, etika, dan tanggung jawab.
Dengan demikian, perkembangan teknologi AI diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran dan inovasi, sekaligus digunakan secara bijak untuk mendukung kepentingan masyarakat dan kemajuan bangsa.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
