Sebanyak 136 siswa dan seorang guru dilaporkan mengalami keluhan berupa pusing, mual, hingga diare berulang.
Dari jumlah tersebut, enam siswa harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di klinik karena kondisi mereka dinilai cukup lemah. Sementara siswa lainnya mendapatkan pemeriksaan dan penanganan kesehatan.
Hingga kini, penyebab pasti keluhan kesehatan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Karena itu, dugaan keterkaitan dengan makanan MBG perlu dibuktikan melalui pemeriksaan medis dan, jika diperlukan, pengujian terhadap sampel makanan.
Satgas MBG Kabupaten Blora selanjutnya melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan dan distribusi program MBG, termasuk memastikan makanan yang diberikan kepada siswa memenuhi standar keamanan serta kelayakan konsumsi.
Permintaan penghentian permanen terhadap operasional SPPG Sukorejo 2 menjadi langkah tegas yang diambil Satgas MBG menyusul kejadian tersebut.
Evaluasi diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperbaiki pelaksanaan program MBG sekaligus memastikan keamanan makanan bagi para siswa penerima manfaat.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
