SRAGEN, iNewsSragen.id — Kekeringan di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, meluas hingga 20 desa yang tersebar di delapan kecamatan. Kondisi tersebut membuat ribuan warga terdampak harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen per 4 Oktober 2026, sebanyak 5.684 kepala keluarga (KK) atau 19.047 jiwa terdampak kekeringan.
Di tengah keterbatasan sumber air, bantuan air bersih menjadi salah satu tumpuan warga. Namun, distribusi bantuan tidak berlangsung setiap hari sehingga sebagian warga memilih membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Waikem, salah seorang warga Desa Kowang, Kecamatan Sumberlawang terdampak, mengatakan warga biasanya langsung mendatangi lokasi ketika bantuan air bersih tiba. Mereka membawa berbagai wadah, mulai dari ember, galon hingga jeriken.
Menurut dia, bantuan air bersih kali ini datang setelah sebelumnya tidak ada pengiriman selama sekitar dua hingga tiga hari.
Kondisi tersebut membuat warga harus mencari alternatif lain untuk mendapatkan air. Salah satunya dengan membeli air bersih ketika pasokan bantuan belum tersedia.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
