Sementara itu, Kepala Desa Cepoko Ngadiman meminta kondisi bangunan sekolah segera dievaluasi secara menyeluruh. Ia mengaku khawatir melihat adanya retakan pada tanah dan sejumlah bagian bangunan di sekitar sekolah.
Menurut Ngadiman, kondisi tanah perlu menjadi perhatian, terutama ketika memasuki musim hujan. Ia khawatir perubahan kondisi tanah dapat berdampak terhadap bangunan yang sudah mengalami keretakan.
"Pengharapan saya ya segera dievaluasi, karena itu tanahnya labil," kata Ngadiman.
Ngadman juga meminta pihak berwenang mempertimbangkan aspek keselamatan sebelum ruangan atau bagian bangunan yang mengalami kerusakan kembali digunakan.
Ia menyebut jumlah siswa di SDN 2 Cepoko masih lebih dari 100 orang. Karena itu, menurutnya, keamanan bangunan perlu dipastikan agar kejadian serupa tidak menimbulkan korban lebih serius.
Pemerintah desa, lanjut Ngadman, tidak memiliki kewenangan untuk menentukan anggaran perbaikan sekolah. Karena itu, ia berharap penanganan dapat segera dilakukan oleh instansi yang berwenang.
Untuk sementara, kondisi bangunan masih membutuhkan pemeriksaan teknis. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan bagian yang harus diperbaiki maupun diperkuat.
Pemkab Sragen selanjutnya menunggu penyusunan RAB dan proses penganggaran BTT APBD 2026 untuk penanganan SDN 2 Cepoko.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
