Kemendikdasmen Dorong Semua Sekolah Jadi Inklusif, Soroti Kekurangan Guru Pendamping

Trisna Purwoko
Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Arif Jamali Muis, dalam Rakernas dan Simposium Nasional PP KAUMY 2026 di UMY, Sabtu (24/10/2026).Foto: Istimewa

Guru Pendamping Masih Dibutuhkan

Arif menyoroti keterbatasan guru pendamping sebagai salah satu tantangan dalam penguatan pendidikan inklusif. Menurutnya, keberadaan peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah perlu disertai dukungan agar mereka dapat mengikuti pembelajaran secara bermakna.

“Kita masih banyak kekurangan guru-guru pendamping untuk anak-anak berkebutuhan khusus,” katanya.

Ia juga membuka peluang kolaborasi dengan alumni UMY yang bergerak di bidang pendidikan inklusif untuk berdiskusi dan mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan.

“Kalau para alumni bergerak di pendidikan inklusif, bisa nanti berdiskusi sama direktorat kami,” ujarnya.

Selain pendidikan inklusif, Arif menekankan pentingnya kompetensi guru sebagai salah satu fondasi pendidikan bermutu. Ia menyampaikan bahwa pemerintah menyediakan kuota bagi 150.000 guru untuk meningkatkan kualifikasi akademik hingga jenjang sarjana (S1) atau diploma empat (D4).

Editor : Joko Piroso

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network