Yonif TP Sragen Diperkuat hingga 1.200 Prajurit, Disiapkan Dukung Ketahanan Pangan

Joko Piroso
Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf Muhammad Arry Yudistira menjelaskan peran Yonif Teritorial Pembangunan saat ditemui di Mako Yonif Raider 408/Suhbrastha, Sragen, Kamis (29/10/2026).Foto: iNews/ Joko P

SRAGEN, iNewsSragen.id – Yonif TP Sragen berkekuatan 450–500 personel dan ditargetkan mencapai 1.000–1.200 prajurit, dengan tugas pertahanan serta dukungan ketahanan pangan. Di Sragen, kekuatan personel satuan tersebut saat ini diperkirakan berkisar 450–500 prajurit dan direncanakan bertambah hingga mencapai target 1.000–1.200 personel per batalyon.

Danrem 074/Warastratama Surakarta, Kolonel Inf Muhammad Arry Yudistira, menyampaikan hal tersebut saat ditemui wartawan di Markas Komando Yonif Raider 408/Suhbrastha, Sragen, Kamis (29/10/2026).

Menurut Yudistira, pembentukan Yonif TP di setiap kabupaten merupakan bagian dari program pemerintah Presiden Prabowo Subianto. Satuan ini dirancang tidak hanya memiliki kemampuan tempur, tetapi juga menjalankan tugas teritorial dan membantu masyarakat menghadapi berbagai kesulitan.

“Harapannya ke depan Yonif TP di samping tugas utamanya pasukan tempur, tapi ada tugas tambahan lainnya yang paling utama, yaitu melaksanakan kegiatan teritorial dan membantu kesulitan masyarakat,” kata Yudistira.

Yudistira mencontohkan keterlibatan satuan TNI dalam penanganan kebakaran di sejumlah wilayah. Ia menyebut Yonif TP turut membantu penanganan kebakaran di tempat pembuangan akhir (TPA) Putri Cempo, Solo, sedangkan satuan di Karanganyar membantu penanganan kebakaran di kawasan Gunung Lawu.

Selain tugas tersebut, prajurit Yonif TP dibekali pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian serta peternakan. Kemampuan ini diharapkan mendukung ketahanan pangan dan kesiapan logistik satuan dalam menghadapi situasi darurat.

Menurut Yudistira, kemandirian logistik menjadi salah satu aspek penting dalam kesiapan militer, terutama ketika menghadapi situasi kontingensi yang dapat membatasi distribusi bantuan dari luar.

Dengan kemampuan teritorial dan keterampilan produktif tersebut, Yonif TP diharapkan dapat menjalankan fungsi pertahanan sekaligus memberikan dukungan kepada masyarakat sesuai kebutuhan dan kewenangan satuan.

Yudistira mengatakan kekuatan Yonif TP di Sragen saat ini masih berkisar 450–500 personel. Jumlah tersebut direncanakan terus bertambah hingga mencapai target 1.000–1.200 prajurit dalam satu batalyon.

Ia juga menyampaikan perkembangan pembentukan Yonif TP secara nasional. Namun, jumlah satuan yang telah dibangun dan diresmikan masih perlu dipastikan berdasarkan data resmi terbaru agar angka yang disampaikan tidak menimbulkan perbedaan pemahaman.

Danrem menjelaskan Yonif TP memiliki orientasi tugas yang berbeda dengan Yonif Raider 408/Suhbrastha. Yonif Raider 408 disiapkan dengan penekanan pada kemampuan pertempuran, termasuk untuk penugasan pengamanan wilayah perbatasan dan menghadapi ancaman militer.

Karena itu, latihan menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapan prajurit. Yudistira menegaskan latihan perlu dilakukan secara intensif pada masa damai agar kemampuan personel tetap terpelihara ketika menghadapi penugasan.

“Pada saat damailah diperlukan latihan-latihan yang sangat intens, keras, tegas, tapi tetap terukur, sehingga prajurit-prajurit tetap profesional untuk melaksanakan tugas di bidangnya,” ujarnya.

Penguatan Yonif TP, menurut Yudistira, diharapkan mendukung kesiapan pertahanan sekaligus memperluas kontribusi TNI dalam kegiatan teritorial, ketahanan pangan, dan penanganan bencana di daerah.

Editor : Joko Piroso

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network