UMS Berpeluang Panen Guru Besar, Ketua LLDIKTI Wilayah VI Jateng Soroti Potensi 855 Dosen
SUKOHARJO,iNewsSragen.id – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dinilai memiliki peluang besar untuk “panen” guru besar dalam dua tahun ke depan. Penilaian tersebut disampaikan Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. Aisyah Endah Palupi, M.Pd, saat menghadiri pengukuhan lima guru besar UMS dalam Sidang Senat Terbuka di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Selasa (20/1/2026).
Aisyah menyebutkan, dengan jumlah dosen mencapai 855 orang, UMS memiliki modal sumber daya manusia yang sangat kuat untuk mempercepat lahirnya profesor-profesor baru.
“Dengan jumlah dosen sebanyak itu, UMS sangat berpeluang menambah banyak guru besar dalam dua tahun ke depan. Pengukuhan lima guru besar hari ini adalah bukti nyata kekuatan akademik UMS,” ujarnya.
Menurut Aisyah, ini merupakan kali kedua dirinya menghadiri pengukuhan guru besar di UMS selama menjabat sebagai Ketua LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah. Ia menilai capaian tersebut mencerminkan iklim akademik yang sehat dan produktif.
Ia juga menekankan adanya peluang besar bagi dosen non-ASN untuk meraih jabatan guru besar seiring terbitnya Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025.
“Jabatan guru besar untuk non-ASN tidak lagi dibatasi usia dan golongan. Bahkan golongan III C dan III D sudah bisa menjadi guru besar. Ini peluang yang harus dimanfaatkan perguruan tinggi swasta, termasuk UMS,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum, menyampaikan rasa syukur atas pengukuhan lima guru besar tersebut. Dengan penambahan ini, UMS kini memiliki 70 guru besar.
“Ini sejalan dengan visi 'One UMS One Guru Besar'. Kami berharap pengukuhan ini mendorong percepatan para lektor kepala untuk segera mengajukan jabatan guru besar,” ungkapnya.
Adapun lima guru besar yang dikukuhkan berasal dari berbagai bidang keilmuan strategis, yaitu:
1. Prof. Dr. Ir. Suranto, S.T., M.M., M.Si.
Guru Besar ke-66 UMS, dengan orasi ilmiah berjudul “Inkubator Bisnis Berbasis Teknologi (Technopreneurship), Menuju Kemandirian Lulusan (Potensi dan Tantangannya)”.
2. Prof. Ir. Eko Setiawan, S.T., M.T., Ph.D.
Guru Besar ke-67 UMS, menyampaikan karya bertajuk “Hidup Berdampingan dengan Risiko Bencana: Ikhtiar Menuju Masyarakat Tangguh Bencana”.
Editor : Joko Piroso