get app
inews
Aa Text
Read Next : Kejar Peringkat Nasional, Pemkab Sragen Genjot 200 Inovasi untuk IGA 2026

Konflik Petani di Tanon Sragen Memanas, Saluran Irigasi Dibongkar

Minggu, 05 April 2026 | 18:13 WIB
header img
Aparat keamanan berjaga di lokasi saluran irigasi perbatasan Desa Jono dan Gawan, Kecamatan Tanon, Sragen, saat terjadi ketegangan antarwarga, Minggu (5/4/2026). (Foto: Istimewa).

SRAGEN, iNewsSragen.id - Polemik pengelolaan irigasi di perbatasan Desa Jono dan Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, memicu ketegangan antarwarga. Konflik dipicu aksi pembongkaran saluran air yang dilakukan sejumlah warga Desa Jono pada Minggu (5/4/2026), yang kemudian menuai keberatan dari Pemerintah Desa Gawan.

Situasi tersebut terjadi di tengah belum terealisasinya proyek normalisasi saluran irigasi oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen. Kondisi ini dinilai turut memperkeruh hubungan antarpetani yang bergantung pada distribusi air untuk lahan pertanian.

Kepala Desa Gawan, Sutrisna menyayangkan tindakan sepihak yang dilakukan tanpa koordinasi. Menurutnya, pengelolaan saluran irigasi seharusnya mengacu pada kesepakatan bersama antarwilayah.

“Kami menyayangkan tindakan pembukaan saluran tanpa komunikasi. Ada mekanisme dan kesepakatan yang harus dihormati karena ini menyangkut kepentingan bersama,” ujarnya.

Sutrisna menjelaskan, wilayah Desa Gawan berada di bagian hilir, sehingga menanggung aliran air dari wilayah hulu, termasuk limpasan dari Sungai Bengawan Solo. Kondisi tersebut membuat wilayahnya rentan terhadap genangan jika aliran air tidak terkontrol.

Dalam kesepakatan sebelumnya, pembukaan pintu air menuju wilayah Gawan direncanakan dilakukan setelah pekerjaan normalisasi saluran oleh DPU Sragen berjalan. Tujuannya agar aliran air dapat langsung terdistribusi ke saluran utama tanpa menggenangi area persawahan.

Namun, pembukaan saluran secara sepihak dikhawatirkan justru memperbesar risiko genangan di lahan pertanian warga Gawan.

“Jika dibuka saat saluran belum siap, air berpotensi masuk ke sawah warga. Kami berharap persoalan ini bisa diselesaikan dengan komunikasi yang baik agar tidak menimbulkan konflik,” tambahnya.

Informasi di lapangan menyebutkan sempat terjadi ketegangan antara warga kedua desa. Upaya penutupan kembali saluran oleh warga Gawan dilaporkan berujung pada aksi pembukaan ulang oleh warga Jono.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut