Delapan Korban Dirawat Usai Atap Sekolah Roboh di Sragen, Satu Siswa Alami Patah Kaki
Direktur RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, dr. Iin Dwi Yuliarti, membenarkan pihaknya menerima enam siswa dan satu guru korban ambruknya atap sekolah tersebut.
“Kondisinya ditangani dengan baik. Ada beberapa yang mengalami sesak napas karena syok atau kaget. Namun secara umum kondisinya stabil,” kata Iin.
Ia menjelaskan sebagian besar korban mengalami luka ringan hingga sedang pada bagian kepala dan kaki. Satu siswa diketahui mengalami retak pada tulang kaki dan berpotensi menjalani rawat inap lebih lanjut.
“Lukanya berupa bengkak di kepala dan cedera pada kaki. Ada satu siswa yang kemungkinan mengalami retak kaki sehingga perlu observasi lebih lanjut,” jelasnya.
Sementara itu, pihak sekolah menghentikan sementara aktivitas belajar mengajar di gedung yang terdampak sambil menunggu pemeriksaan kondisi bangunan secara menyeluruh.
Sebelumnya, Polres Sragen juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi di lokasi. Polisi menduga bangunan yang sudah tua dan kondisi kayu penyangga atap yang lapuk menjadi penyebab utama robohnya ruang kelas tersebut.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun insiden tersebut menjadi perhatian serius karena terjadi saat proses belajar mengajar tengah berlangsung.
Editor: Joko Piroso