26 Proyek Jalan dan Jembatan Sragen Mulai Ditender, Sempat Tertunda gegara Harga Material Naik
Setelah regulasi SSH terbaru selesai, dokumen paket proyek dari Bidang Bina Marga langsung diproses melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Tim pengadaan kemudian melakukan kaji ulang bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) untuk memastikan kelengkapan administrasi dan teknis.
"Kaji ulang sudah selesai. Kami targetkan seluruh paket proyek tersebut sudah tayang di sistem pengadaan paling lambat malam ini," katanya.
Purwaka menyebut, penyesuaian harga material berdampak pada volume pekerjaan yang dapat dilakukan. Dengan nilai anggaran yang tetap, sementara harga bahan mengalami kenaikan, pemerintah melakukan efisiensi melalui penyesuaian volume pekerjaan.
"Kenaikan harga material otomatis akan dikompensasi dengan pengurangan volume pekerjaan agar tetap sesuai kemampuan anggaran yang tersedia," jelasnya.
Meski demikian, pemerintah tetap memastikan proyek prioritas jalan dan jembatan berjalan sesuai rencana. Setelah masuk tahap tender, proses selanjutnya meliputi evaluasi penawaran, masa sanggah, hingga penetapan pemenang.
Purwaka memperkirakan proses tender membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat minggu apabila berjalan lancar tanpa adanya tender ulang.
"Dengan asumsi tidak ada kendala, pertengahan Juli sudah ada pemenang kontrak. Setelah itu pekerjaan fisik bisa segera dimulai," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sragen berharap percepatan proses pengadaan ini dapat segera berdampak pada peningkatan kualitas infrastruktur daerah dan mendukung aktivitas masyarakat.
Dengan dimulainya tender 26 paket proyek tersebut, perhatian kini tertuju pada proses lelang dan kesiapan penyedia jasa agar pembangunan jalan serta jembatan dapat terlaksana sesuai target waktu.
Editor : Joko Piroso