Ganti Singep Makam Sri Makurung Pengging, Tradisi Penghormatan Leluhur Mataram
Menurut Gusti Moeng, makna utama tradisi tersebut adalah mengajarkan penghormatan kepada leluhur yang telah meletakkan dasar perjalanan sejarah Mataram. Nilai itu diwariskan agar generasi sekarang tidak melupakan akar budaya dan sejarah Jawa.
Ia menjelaskan, tradisi ziarah ke makam para leluhur telah berlangsung sejak masa Sri Susuhunan Pakubuwono XII dan terus dipertahankan hingga kini. Keraton secara berkala mengunjungi sejumlah pesarean leluhur di berbagai daerah, termasuk Pengging, Pati, Grobogan, Ponorogo, Tegalarum, dan beberapa lokasi bersejarah lainnya.
"Ini merupakan bentuk penghormatan kami kepada para leluhur yang menjadi bagian penting sejarah Mataram," katanya.
Gusti Moeng mengungkapkan, pelaksanaan tradisi ganti singep kini mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono, hingga Pemerintah Kabupaten Boyolali. Bahkan, kegiatan tersebut telah masuk dalam kalender event Kecamatan Banyudono sehingga diharapkan semakin dikenal sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah.
Pesarean Sri Makurung Handayaningrat memiliki arti penting dalam sejarah Jawa. Sri Makurung dikenal sebagai salah satu leluhur Keraton Surakarta yang hidup pada masa peralihan Kerajaan Majapahit menuju Kesultanan Demak.
Editor : Joko Piroso