get app
inews
Aa Text
Read Next : PB XIV Hangabehi Hadiri Wilujengan Nagari, Keraton Surakarta Peringati Hari Jadi Ke-281

Ganti Singep Makam Sri Makurung Pengging, Tradisi Penghormatan Leluhur Mataram

Senin, 06 Juli 2026 | 19:25 WIB
header img
Tradisi ganti singep Keraton Surakarta di makam Sri Makurung Handayaningrat, Pengging, Banyudono, Boyolali.Foto: Istimewa

BOYOLALI,iNewsSragen.idKeraton Surakarta Hadiningrat menggelar tradisi ganti singep di Pesarean Sinuhun Sri Makurung Handayaningrat, Banyudono, Boyolali, Sabtu (4/7/2026) malam, sebagai upaya melestarikan warisan budaya Jawa.

Tradisi yang telah dilaksanakan secara rutin selama dua dekade itu bukan sekadar prosesi adat, tetapi menjadi simbol penghormatan kepada leluhur sekaligus upaya merawat kesinambungan sejarah Dinasti Mataram.

Prosesi ini berlangsung khidmat dengan penggantian kain penutup makam, pemasangan song-song atau payung kebesaran, doa bersama, dan ziarah keluarga besar Keraton Surakarta.

Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta Hadiningrat sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA), GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng, mengatakan ganti singep merupakan salah satu tradisi yang terus dijaga sebagai bagian dari tanggung jawab budaya Keraton terhadap situs-situs bersejarah peninggalan leluhur.

"Keraton Surakarta sudah sekira dua puluh tahunan melakukan ganti singep (kain penutup pusara), tutup makam, dan song-song di Pesarean Sinuhun Sri Makurung Handayaningrat. Kegiatan ini kami laksanakan secara rutin setiap tahun," ujarnya, Minggu (5/7/2026).

Menurut Gusti Moeng, makna utama tradisi tersebut adalah mengajarkan penghormatan kepada leluhur yang telah meletakkan dasar perjalanan sejarah Mataram. Nilai itu diwariskan agar generasi sekarang tidak melupakan akar budaya dan sejarah Jawa.

Ia menjelaskan, tradisi ziarah ke makam para leluhur telah berlangsung sejak masa Sri Susuhunan Pakubuwono XII dan terus dipertahankan hingga kini. Keraton secara berkala mengunjungi sejumlah pesarean leluhur di berbagai daerah, termasuk Pengging, Pati, Grobogan, Ponorogo, Tegalarum, dan beberapa lokasi bersejarah lainnya.

"Ini merupakan bentuk penghormatan kami kepada para leluhur yang menjadi bagian penting sejarah Mataram," katanya.

Gusti Moeng mengungkapkan, pelaksanaan tradisi ganti singep kini mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono, hingga Pemerintah Kabupaten Boyolali. Bahkan, kegiatan tersebut telah masuk dalam kalender event Kecamatan Banyudono sehingga diharapkan semakin dikenal sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah.

Pesarean Sri Makurung Handayaningrat memiliki arti penting dalam sejarah Jawa. Sri Makurung dikenal sebagai salah satu leluhur Keraton Surakarta yang hidup pada masa peralihan Kerajaan Majapahit menuju Kesultanan Demak.

Dari garis keturunannya lahir Kebo Kenongo yang kemudian menjadi ayah Jaka Tingkir atau Sultan Hadiwijaya, pendiri Kerajaan Pajang. Melalui keturunan inilah kemudian berkembang Dinasti Mataram Islam yang melahirkan Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kesultanan Yogyakarta Hadiningrat, Kadipaten Mangkunegaran, dan Kadipaten Pakualaman.

Karena nilai sejarah tersebut, makam Sri Makurung Handayaningrat hingga kini menjadi tujuan ziarah keluarga besar Keraton Surakarta maupun masyarakat.

Bagi Keraton Surakarta, tradisi ganti singep bukan hanya ritual tahunan, melainkan sarana merawat situs bersejarah sekaligus memperkenalkan kembali tokoh-tokoh penting dalam perjalanan peradaban Jawa.

Di tengah perkembangan zaman, Keraton Surakarta memandang pelestarian tradisi sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya bangsa.

Melalui ganti singep, nilai penghormatan kepada leluhur, kepedulian terhadap warisan sejarah, dan semangat melestarikan budaya Jawa terus diwariskan kepada generasi muda agar tetap hidup dan relevan di masa depan

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut