Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : UMY Siapkan SMP Muhammadiyah Sapen Universal School, Mulai Beroperasi Juli 2027
Advertisement . Scroll to see content

WMO Prediksi 2026–2030 Jadi Tahun-Tahun Terpanas, Akademisi UMY Ingatkan Ancaman Krisis Air

Selasa, 14 Juli 2026 | 19:55 WIB
  • author Trisna Purwoko
WMO Prediksi 2026–2030 Jadi Tahun-Tahun Terpanas, Akademisi UMY Ingatkan Ancaman Krisis Air
Dosen Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ir. Nursetiawan.Foto: Istimewa

Perubahan tersebut berdampak pada meningkatnya ketidakpastian ketersediaan air. Curah hujan menjadi semakin ekstrem dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat yang meningkatkan risiko banjir, sementara di sisi lain periode kekeringan menjadi lebih panjang akibat meningkatnya penguapan.

"Perubahan iklim menyebabkan intensitas curah hujan menjadi semakin ekstrem. Di satu sisi risiko banjir meningkat, namun di sisi lain ancaman kekeringan juga semakin besar karena pola distribusi air menjadi tidak menentu," jelasnya.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan baru dalam pengelolaan sumber daya air di Indonesia. Selama ini, berbagai perencanaan infrastruktur keairan masih banyak mengacu pada data hidrologi historis, padahal pola iklim telah berubah secara signifikan.

Karena itu, menurut Nursetiawan, setiap perencanaan pembangunan di sektor sumber daya air harus mulai memasukkan faktor perubahan iklim agar lebih adaptif terhadap kondisi yang terus berubah.

"Kegiatan di bidang sumber daya air harus mulai diarahkan pada pendekatan yang adaptif terhadap perubahan iklim. Jadi bukan hanya menggunakan data hidrologi historis, tetapi unsur perubahan iklim juga harus menjadi bagian dari setiap kajian dan perencanaan," katanya.

Editor: Joko Piroso

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut