Dubes RI untuk Vatikan: Diplomasi Berbasis Agama Penting untuk Selesaikan Konflik Global
Ia menilai, pendekatan diplomasi yang semata-mata bersifat sekuler kerap menghadapi keterbatasan ketika berhadapan dengan konflik yang berakar pada persoalan keyakinan.
"Diplomasi sekuler antarnegara kerap gagal menyelesaikan konflik yang berakar pada keyakinan. Diplomasi berbasis agama melibatkan pemuka dan lembaga agama untuk memfasilitasi dialog dan negosiasi di antara pihak yang berkonflik," katanya.
Berangkat dari Pengalaman di Timur Tengah
Michael mengaku pandangannya mengenai pentingnya diplomasi berbasis agama tidak lepas dari pengalaman panjangnya sebagai jurnalis yang pernah meliput berbagai konflik di Timur Tengah, termasuk perang di Irak pada 2003.
Pengalaman tersebut membuatnya menyimpulkan bahwa seorang diplomat tidak hanya perlu memahami isu politik dan keamanan, tetapi juga memiliki literasi agama yang memadai agar mampu memahami akar persoalan secara utuh.
Indonesia Dinilai Menjadi Contoh Kerukunan
Dalam kesempatan itu, Michael juga membagikan pengalamannya saat berdiskusi dengan Paus Fransiskus mengenai keberagaman Indonesia.
Editor : Joko Piroso