Dubes RI untuk Vatikan: Diplomasi Berbasis Agama Penting untuk Selesaikan Konflik Global
Menurutnya, Paus Fransiskus beberapa kali menyampaikan apresiasi terhadap Indonesia sebagai negara yang mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman agama, budaya, dan etnis. Bahkan setelah kunjungan apostolik ke Indonesia berakhir, Paus masih kerap merujuk nilai-nilai Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam berbagai pertemuan dengan tamu negara.
"Saya sampaikan kepada Bapa Suci bahwa Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau dengan banyak agama dan ragam etnis, namun tetap bisa bersatu," tutur Michael.
Ia menilai pengalaman Indonesia tersebut dapat menjadi modal diplomatik yang berharga dalam membangun dialog lintas agama di tingkat global.
Michael menegaskan, diplomasi berbasis agama bukan bertujuan mengedepankan satu agama tertentu, melainkan membangun saling pengertian, kepercayaan, dan toleransi antarpemeluk agama sebagai fondasi perdamaian dunia.
Menurutnya, kolaborasi antara negara, tokoh agama, dan masyarakat internasional menjadi elemen penting dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, terutama konflik yang dipicu perbedaan identitas dan keyakinan.
Editor : Joko Piroso