Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Haedar Nashir Soroti Demokrasi dan Pengelolaan SDA, Minta Indonesia Benahi Akar Persoalan
Advertisement . Scroll to see content

RUU Perampasan Aset Ditarget Rampung Desember, Pakar UMY Soroti Risiko Penyalahgunaan Wewenang

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:19 WIB
  • author Trisna Purwoko
RUU Perampasan Aset Ditarget Rampung Desember, Pakar UMY Soroti Risiko Penyalahgunaan Wewenang
Pakar hukum tata negara UMY Dr. King Faisal Sulaiman menyoroti pentingnya transparansi, batas kewenangan, dan pengawasan dalam pembahasan RUU Perampasan Aset.Foto: Istimewa

King menilai konsep tersebut dapat menjadi instrumen untuk mengejar aset yang diduga berkaitan dengan tindak pidana. Namun, kewenangan tersebut harus disertai batasan, prosedur, mekanisme keberatan, dan pengawasan yang memadai.

Ia mengingatkan adanya potensi persoalan terhadap asas praduga tak bersalah apabila perampasan aset dilakukan tanpa perlindungan prosedural yang kuat.

Menurut King, persoalannya bukan hanya mengenai kewenangan negara merampas aset sebelum adanya putusan pidana berkekuatan hukum tetap, tetapi juga bagaimana memastikan mekanisme tersebut tidak digunakan secara sewenang-wenang.

Pembuktian Terbalik Perlu Kontrol

King turut menyoroti mekanisme pembuktian mengenai asal-usul harta dalam skema perampasan aset.

Dalam mekanisme tertentu, pihak yang menguasai atau memiliki aset dapat diminta menjelaskan bahwa harta tersebut diperoleh secara sah.

“Dalam skema pembuktian terbalik, pemilik aset akan diwajibkan membuktikan bahwa hartanya diperoleh secara sah, sebagaimana mekanisme yang dikenal dalam penanganan tindak pidana pencucian uang,” jelasnya.

Editor: Joko Piroso

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut