Jaga Pangan Lokal, Sedulur Sikep Klopoduwur Bentuk Kelompok Konservasi
Hastati menambahkan, kegiatan konservasi perlu berjalan beriringan dengan pemanfaatan. Dengan begitu, tanaman pangan lokal tidak hanya dipertahankan dari sisi kelestarian, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi warga.
Upaya tersebut sekaligus mendukung penguatan kemandirian pangan berbasis potensi lokal. Uwi dan talas yang telah dikenal sebagai sumber pangan masyarakat dapat terus dikembangkan dengan tetap mempertahankan pengetahuan serta nilai-nilai lokal.
Asper BKPH Kalisari, Marjuni, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan konservasi yang dilakukan CDCSUI. Menurutnya, pengembangan tanaman pangan lokal seperti polo kependem di kawasan hutan dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan kaidah yang berlaku.
“Selain meminimalisir penggunaan B3, program ini selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat adat Sedulur Sikep Samin di Klopoduwur,” ujarnya.
Kepala Desa Klopoduwur, Hery Sugiharto, juga menyambut baik program tersebut. Menurutnya, uwi dan talas merupakan tanaman yang selama ini telah dikenal dan dibudidayakan oleh masyarakat setempat.
“Ini memang tanaman yang biasa ditanam warga kami. Kalau dibudidayakan dengan baik, hasilnya bisa untuk menambah ekonomi warga. Harapannya program ini bisa berkelanjutan,” ungkap Hery.
Editor : Joko Piroso