Dua Direktur BUMD Baru di Sragen Dituntut Dongkrak PAD dan Hidupkan Bisnis Perusahaan
SRAGEN, iNewsSragen.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen terus membenahi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Langkah tersebut menjadi salah satu strategi Pemkab Sragen mencari sumber pendapatan tambahan di tengah kondisi fiskal daerah yang disebut masih rendah. Optimalisasi BUMD diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan dividen tanpa harus membebani masyarakat melalui kenaikan pajak.
Pemkab Sragen sebelumnya telah mengumumkan nama calon direktur terpilih setelah menjalani serangkaian tahapan seleksi, mulai dari uji kelayakan dan kepatutan (UKK), psikotes hingga wawancara dengan bupati.
Dua nama yang terpilih yakni Sri Wanto sebagai Direktur Perumda Bengkel Terpadu dan Suwarsono sebagai Direktur Perumda Percetakan dan Penerbitan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen dr. Hargiyanto mengatakan, para direktur baru tersebut diharapkan mampu membawa terobosan dan meningkatkan kinerja perusahaan daerah.
“Target ya otomatis ya, apalagi sekarang dengan fiskal kita yang rendah, itu kan bagaimana kita mencari tambahan PAD tanpa membebani masyarakat. Dalam arti mungkin tidak menaikkan pajak. Salah satunya berarti kita mencari pendapatan lain-lain dari BUMD agar sehat dan dividennya meningkat,” ujar Hargiyanto saat dikonfirmasi, Kamis (3/9/2026).
Menurut Hargiyanto, kedua direktur tersebut menggantikan pelaksana tugas (Plt) sebelumnya. Mereka diharapkan segera mendorong peningkatan performa masing-masing perusahaan.
Perumda Bengkel Terpadu, misalnya, dituntut mengoptimalkan kembali unit-unit usaha yang dimiliki agar dapat memberikan kontribusi lebih besar.
Sementara Perumda Percetakan dan Penerbitan didorong beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat. Hargiyanto menilai perubahan tren ke arah digital menjadi tantangan tersendiri bagi bisnis percetakan konvensional.
Kebutuhan terhadap produk cetak seperti undangan, misalnya, kini sebagian telah bergeser ke bentuk digital. Karena itu, perusahaan daerah tersebut dituntut mencari inovasi dan peluang usaha baru agar tetap kompetitif.
Penataan BUMD Sragen Berlanjut
Meski dua direktur baru telah ditetapkan, Pemkab Sragen masih melanjutkan proses penataan sejumlah jabatan strategis di lingkungan BUMD.
Pemkab menargetkan proses pengisian jabatan yang masih kosong dapat diselesaikan tahun ini. Namun, proses tersebut tetap harus melalui sejumlah tahapan dan koordinasi dengan instansi terkait.
“Secepat-cepatnya. Mudah-mudahan tahun ini selesai karena ada tahapan-tahapan ke OJK dan Kemendagri,” jelas Hargiyanto.
Sejumlah posisi yang masih dalam proses pengisian di antaranya Direktur Teknik dan Direktur Umum Perumda Air Minum (PDAM), serta Dewan Pengawas Independen PDAM.
Selain itu, Pemkab Sragen juga masih memproses pengisian posisi Komisaris Utama dan Komisaris Independen pada BUMD perbankan syariah.
Untuk posisi tersebut, proses masih menunggu tahapan uji kelayakan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pemkab Sragen berharap penataan jajaran pimpinan BUMD dapat menghasilkan manajemen yang lebih profesional dan adaptif. Perusahaan daerah diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan, tetapi juga mampu meningkatkan kinerja usaha dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Optimalisasi BUMD tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkab Sragen memperkuat kemampuan fiskal daerah dengan mengembangkan sumber pendapatan yang ada, sekaligus menjaga agar kebijakan peningkatan pendapatan tidak menambah beban masyarakat.
Editor : Joko Piroso