Bappenas dan Dewan Pers Perkuat Sinergi, Independensi Pers Tetap Jadi Prinsip Utama
Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard mengatakan, perubahan lanskap informasi menghadirkan tantangan baru bagi industri pers. Media konvensional kini harus berhadapan dengan perkembangan platform digital, media sosial, kreator konten, hingga sistem algoritma.
Di sisi lain, penyebaran misinformasi dan disinformasi juga menjadi tantangan dalam menjaga kualitas informasi di ruang publik.
“Di tengah dunia dengan informasi yang semakin melimpah, informasi yang dapat dipercaya justru semakin berharga,” ujar Febrian.
Ia menilai masa depan pers tidak cukup hanya dibahas dari sisi kebebasan pers. Keberlanjutan jurnalisme yang kredibel juga menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan ekosistem informasi.
Dalam konteks pembangunan nasional, Febrian menyebut pers memiliki peran strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Pers membantu masyarakat memahami arah kebijakan pembangunan sekaligus menyampaikan suara masyarakat dalam proses perumusan kebijakan.
Bappenas saat ini juga tengah menyusun Rancangan Desain Policy Sandbox Penguatan Pers dan Media Massa BEJO’S. Kebijakan tersebut diharapkan menghasilkan data, praktik baik, model kolaborasi, peta kebutuhan media lokal, serta rekomendasi kebijakan yang dapat dikembangkan di daerah lain.
Editor : Joko Piroso