Jaga Keaslian Keraton Surakarta, Revitalisasi Fokus Pulihkan Bangunan Lama
Pihak karaton menyampaikan sejumlah aspirasi agar revitalisasi tetap menjaga keaslian arsitektur dan nilai sejarah bangunan. Aspirasi tersebut disampaikan GKR Wandansari atau Gusti Moeng selaku Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat Karaton Surakarta Hadiningrat, serta Sinuhun Sri Susuhunan Pakubuwono XIV (PB XIV) Hangabehi.
Menurut Eddy, PB XIV Hangabehi turut mengikuti rapat melalui zoom dan menyampaikan pesan terkait pelaksanaan revitalisasi. Masukan tersebut menjadi bahan pertimbangan untuk menyesuaikan desain dengan kondisi faktual di lapangan.
Peninjauan melibatkan tim perencana, manajemen konstruksi, kontraktor pelaksana, tenaga ahli, serta perwakilan karaton untuk memastikan rencana teknis sesuai dengan kondisi bangunan.
Pendekatan revitalisasi mengutamakan perbaikan bagian yang rusak dan penguatan elemen yang rapuh. Fasilitas pendukung tetap dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan, tetapi penambahannya tidak boleh mengubah karakter kawasan bersejarah.
Dua arkeolog yang terlibat dalam peninjauan mengingatkan pentingnya memeriksa tingkat kerusakan bangunan sebelum pembongkaran dilakukan. Pemeriksaan diperlukan untuk menentukan bagian yang masih layak dipertahankan dan digunakan kembali.
“Arkeolog yang hadir tadi juga menyampaikan pesan khusus bahwa sebelum dibongkar, sebaiknya diketahui lebih dahulu tingkat kerusakannya. Jadi, kalau masih bisa digunakan, ya digunakan kembali, jangan langsung diganti,” ujar Eddy.
Editor: Joko Piroso