Jaga Keaslian Keraton Surakarta, Revitalisasi Fokus Pulihkan Bangunan Lama
Elevasi tanah juga menjadi perhatian dalam perencanaan. Ketinggian jalan di luar kawasan disebut terus meningkat, sedangkan kawasan yang ditinjau belum mengalami peninggian sejak era pemerintahan Pakubuwana X.
Perbedaan ketinggian tersebut perlu diperhitungkan untuk mencegah air dari jalan masuk ke lingkungan Keraton Kulon. Perencanaan harus mempertimbangkan elevasi, arah aliran air, dan karakter bangunan agar penanganan teknis tidak mengabaikan nilai sejarah kawasan.
Pemilihan material atap juga belum diputuskan. Sejumlah bangunan saat ini menggunakan genteng, sedangkan sirap menjadi alternatif yang dipertimbangkan untuk menyesuaikan karakter arsitektur keraton.
Menurut Eddy, keputusan akhir masih memerlukan pembahasan lebih lanjut dengan mempertimbangkan kondisi fisik bangunan, kebutuhan teknis, kesesuaian desain, dan prinsip pelestarian.
“Apakah atapnya dikembalikan ke sirap atau tetap menggunakan genteng, hal itu masih perlu dirundingkan dan menjadi bahan pertimbangan dalam rapat selanjutnya,” ungkapnya.
Revitalisasi Keraton Kulon mencakup tiga bangunan, yakni Bangsal Pradongga Lor, Bangsal Bujana, dan Bangsal Pradongga Kidul.
Editor: Joko Piroso