Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : UPTD PPA Dampingi Ustadzah dan 4 Anak di Ponpes HQ, Korban Masih Trauma
Advertisement . Scroll to see content

Pemkab Sukoharjo Siap Tindaklanjuti Rekomendasi Komnas HAM-KPAI soal Ponpes HQ

Jum'at, 06 November 2026 | 15:30 WIB
  • author Nanang SN
Pemkab Sukoharjo Siap Tindaklanjuti Rekomendasi Komnas HAM-KPAI soal Ponpes HQ
Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo bersama anggota Komnas HAM dan KPAI usai pertemuan.Foto:iNews/ Nanang SN

Sementara itu, Komnas HAM dan KPAI mendesak evaluasi menyeluruh terhadap insiden penggeledahan yang berlangsung pada 27 Oktober 2026. Kedua lembaga tersebut juga menekankan pentingnya pemulihan hak-hak anak yang terdampak.

Koordinator Subkomisi Penegakan HAM sekaligus Komisioner Mediasi Komnas HAM, Pramono Ubaid Tanthowi, mengatakan kunjungan ke Sukoharjo bertujuan mendalami peristiwa tersebut dari berbagai perspektif.

Menurutnya, persoalan itu tidak semata-mata berkaitan dengan proses penegakan hukum, tetapi juga menyangkut perlindungan anak dan masa depan lembaga pendidikan keagamaan.

"Bukan hanya soal peristiwanya itu saja, tetapi juga bagaimana masa depan anak-anak kita. Perlindungan atas hak-hak anak ini menjadi penting bagi masa depan bangsa kita," ujar Pramono.

Komnas HAM saat ini masih menelaah berbagai temuan di lapangan, termasuk dugaan pelanggaran HAM dan proses penegakan hukum. Hasil kajian tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan rekomendasi kepada pihak terkait, termasuk Mabes Polri dan kementerian terkait.

Di sisi lain, anggota KPAI Diyah Puspitarini menyoroti pelaksanaan penggeledahan pada pagi hari ketika anak-anak masih beristirahat. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan trauma psikologis.

"Kejadiannya di pagi hari, dini hari, anak sedang istirahat. Posisi anak-anak sedang istirahat tidak siap, kemudian juga ada teriak-teriak yang tentu saja itu memengaruhi trauma anak," ungkap Diyah.

Editor: Joko Piroso

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut