Wamendikdasmen Ingatkan Lulusan PPG UMS: Guru Jangan Kalah Cepat dari Murid

Nanang SN
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq didampingi Rektor UMS Harun Joko Prayitno di acara Yudisium PPG UMS. (Foto:iNews/Nanang SN).

SUKOHARJO,iNewsSragen.id – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menyampaikan pesan tegas kepada ribuan lulusan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Ia mengingatkan, guru masa kini tidak boleh berhenti belajar dan tidak cukup hanya menjadi operator kurikulum di tengah cepatnya perubahan cara belajar peserta didik.

Pesan tersebut disampaikan Fajar saat menghadiri Yudisium PPG Calon Guru dan Guru Tertentu Tahun 2024 dan 2025 di Edutorium KH Ahmad Dahlan, Sabtu (31/1/2026). Dalam kegiatan tersebut, UMS meluluskan 10.855 mahasiswa PPG dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

“Anak-anak kita hari ini bisa jadi lebih cepat belajar dibanding guru-gurunya. Kalau guru tertinggal, murid akan merasa tidak mendapatkan makna apa pun dari sekolah,” ujar Fajar di hadapan ribuan lulusan.

Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini menuntut guru untuk naik kelas peran. Guru harus tampil sebagai inspirator, fasilitator, sekaligus arsitek pembelajaran, bukan sekadar pelaksana teknis kurikulum. Pemerintah pun terus mendorong penguatan metodologi dan pedagogik berbasis deep learning agar pembelajaran lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Fajar menegaskan, paradigma pembelajaran di kelas harus bergeser. Guru perlu mendorong murid untuk aktif bertanya, melatih nalar kritis, serta berani mengeksplorasi gagasan. “Dari cara anak bertanya, di situlah kualitas berpikir dan mutu pendidikan bisa kita lihat,” tegasnya.

Sementara itu, Dekan FKIP UMS Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Pd. menjelaskan, dari total 10.855 lulusan PPG tersebut, sebanyak 281 merupakan calon guru dan 10.574 guru tertentu. Dengan capaian ini, total lulusan PPG UMS sejak 2007 hingga 2025 telah melampaui 130 ribu orang dan tersebar di seluruh Indonesia.

“UMS telah membantu pemerintah menerbitkan lebih dari 130 ribu sertifikat profesi guru yang berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas pendidikan nasional,” kata Anam.

Ia menambahkan, FKIP UMS tidak berhenti pada proses yudisium semata. Pembinaan alumni terus diperkuat melalui Balai Pengembangan Profesi Guru dan Tenaga Kependidikan, serta penyediaan beasiswa S2 dengan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang memungkinkan studi magister ditempuh hanya dalam satu tahun.

Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. turut mengingatkan para lulusan agar mengamalkan ilmu dan nilai pendidikan secara utuh. Ia menekankan bahwa hakikat pendidikan adalah memartabatkan murid, memartabatkan kehidupan, dan menghadirkan nilai transendensi.

“Sebaik-baik guru adalah guru yang paling memberi manfaat bagi peserta didik melalui pendidikan,” pungkas Harun.

Editor : Joko Piroso

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network