Lebih jauh, ia menyebut bencana ini sebagai momentum refleksi bagi kepemimpinan di Keraton Surakarta. “Ini ujian yang tidak diajarkan di sekolah formal. Ini ajang pembuktian siapa yang benar-benar layak memimpin,” tegasnya.
Diketahui, banjir melanda sejumlah kawasan di Solo pada Selasa malam (14/4/2026) hingga Rabu dinihari (15/4/2026), setelah hujan deras mengguyur tanpa henti. Selain curah hujan tinggi, limpahan air dari wilayah kabupaten sekitar turut memperparah kondisi di beberapa titik terdampak.
Editor : Joko Piroso
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Artikel Terkait
BERITA POPULER
+
News Update
