SRAGEN, iNewsSragen.id — Upaya Komisi IV DPRD Sragen untuk mencari solusi atas musibah ambruknya atap gedung MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, menuai kekecewaan. Rapat klarifikasi yang digelar di Gedung DPRD Sragen, Rabu (13/5/2026), berlangsung kurang maksimal lantaran pihak sekolah tidak hadir dalam forum tersebut.
Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Sugiyamto, menyayangkan ketidakhadiran Kepala Sekolah MTs Muhammadiyah 4 Bulu yang disebut sedang fokus mendampingi pemulihan trauma para siswa korban insiden ambruknya atap ruang kelas.
“Kami ingin membantu mencari masukan, baik dari pihak sekolah maupun Kemenag. Tapi yang disayangkan, kepala sekolah izin karena fokus pemulihan kesehatan anak-anak. Fokus kesehatan itu ranah medis, sementara kepala sekolah seharusnya hadir untuk koordinasi,” ujar Sugiyamto usai rapat.
Akibat absennya pihak sekolah, rapat hanya dihadiri perwakilan seksi Madrasah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sragen. Dalam pertemuan tersebut, Komisi IV DPRD Sragen menyoroti lambannya penanganan perbaikan sarana pendidikan, khususnya bangunan sekolah tua yang dinilai rawan.
Sugiyamto menilai pemerintah selama ini cenderung bergerak setelah muncul kejadian besar yang menjadi perhatian publik. Ia menyebut pola penanganan yang bersifat reaktif harus segera diakhiri agar keselamatan siswa tidak terabaikan.
“Tadi dari Kemenag juga disampaikan ada permintaan verifikasi sekolah-sekolah tua melalui Zoom. Ini kan setelah kejadian ambruk baru dilakukan verifikasi. Jangan sampai menunggu viral dulu baru dieksekusi, atau menunggu ada korban baru ada tindak lanjut,” tegasnya.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
