Ia menjelaskan lembaga perbankan di satu sisi memiliki keinginan memperluas penyaluran kredit, namun juga dihadapkan pada tanggung jawab menjaga kualitas pembiayaan agar tetap sehat.
Karena itu, program afirmatif seperti KUR dinilai dapat menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat terhadap modal usaha dengan sistem perbankan yang ada.
Menteri asal Kalimantan Barat itu juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Sragen yang mendukung skema pembiayaan dengan keringanan bunga sehingga beban yang ditanggung masyarakat dapat lebih ringan.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada dukungan pemerintah, tetapi juga pada semangat dan kedisiplinan pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya.
Maman menekankan pentingnya membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Menurutnya, akses permodalan harus dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat usaha, bukan dipandang sebagai bantuan semata.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
