Produksi Naik, Target Swasembada Gula
Anggota Komisi III DPRD Sragen, Muhammad Haris Effendi, menjelaskan peningkatan kapasitas giling dipicu melimpahnya pasokan tebu dari wilayah Soloraya dan sekitarnya, seiring upaya mendukung program swasembada gula nasional.
Menurutnya, apabila kapasitas giling dikurangi atau jadwal panen ditunda, petani berpotensi mengalami kerugian karena kualitas tebu dapat menurun.
"Situasi ini membutuhkan pemahaman bersama. Manajemen sudah mengoperasikan alat penyaring yang ada, namun efektivitasnya masih perlu ditingkatkan," katanya.
Sebagai solusi jangka panjang, PG Mojo berencana menambah satu unit Electrostatic Precipitator (ESP) pada musim giling mendatang.
"Tahun ini sudah disiapkan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk penambahan satu unit penyaring emisi. Harapannya, dengan tiga unit penyaring, emisi debu dapat ditekan lebih optimal," tambah Haris.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
