Keluhan serupa disampaikan Ruli (40), warga setempat. Ia mengaku anaknya sempat menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada 22 Juli 2026 setelah matanya diduga kemasukan langes.
Selain itu, warga juga mengeluhkan limbah blotong yang dibuang di sekitar sungai dan area persawahan sehingga menimbulkan bau tidak sedap.
Menanggapi aspirasi tersebut, anggota Komisi III DPRD Sragen Budiono Rahmadi mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke PG Mojo sebelum audiensi berlangsung.
"Kami berharap ada solusi bagi masyarakat sebelum filter baru dipasang sehingga dampak yang dirasakan warga dapat diminimalkan," katanya.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
