Anggota Komisi III lainnya, Joko Supriyanto, meminta DLH terus meningkatkan koordinasi dengan pihak pabrik. Menurutnya, meskipun dari sisi administrasi perusahaan telah memenuhi ketentuan, dampak yang dirasakan masyarakat tetap harus menjadi perhatian.
"Yang dirasakan masyarakat adalah dampaknya. Karena itu perlu langkah nyata agar persoalan ini bisa segera diatasi," ujarnya.
Sementara itu, anggota Komisi III Haris menilai keberadaan PG Mojo memiliki peran penting bagi perekonomian daerah dan petani tebu. Namun demikian, operasional pabrik tetap harus memperhatikan dampak lingkungan.
Senada, anggota Komisi III Imas meminta DLH meningkatkan pengawasan terhadap potensi pencemaran udara maupun limbah yang dihasilkan selama musim giling.
Ketua Komisi III DPRD Sragen Sugiyarto mengusulkan langkah jangka pendek berupa pengurangan kapasitas produksi sambil menunggu pemasangan sistem penyaring emisi (filter).
"Kalau dampaknya masih terjadi, tentu harus dilakukan evaluasi kembali, termasuk pengurangan produksi apabila diperlukan," tegasnya.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
