Kepala Desa Purwosari Anissa Widhy Rumdani mengatakan dampak kemarau tidak hanya dirasakan warga, tetapi juga melanda sektor pertanian. Hampir seluruh lahan pertanian di desanya terdampak kekeringan.
"Hampir seluruh pertanian di desa kami terdampak kekeringan. Kami berharap bantuan air bersih dari pemerintah melalui BBWS Pamali Juana, Pemkab Blora melalui DPUPR dan BPBD bisa terus berlanjut," kata Anissa.
Menurutnya, bantuan air bersih masih sangat dibutuhkan karena sejumlah sumber air warga mulai mengering. Kondisi tersebut membuat pemenuhan kebutuhan air sehari-hari semakin sulit.
Sementara itu, Satgas Bencana Kekeringan BBWS Pamali Juana Kholiq Maulana mengatakan pihaknya telah menyalurkan sekitar 440 ribu liter air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami krisis air.
Dari jumlah tersebut, sekitar 196 ribu liter air bersih telah didistribusikan ke Kabupaten Blora. Blora menjadi salah satu daerah dengan distribusi cukup besar karena termasuk wilayah yang terdampak kekeringan.
"Blora mendapatkan 196 ribu liter air dan termasuk daerah yang paling banyak terdampak," ujar Kholiq.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
