BLORA, iNewsSragen.id - Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mulai dilibatkan dalam pemenuhan kebutuhan bahan baku dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Ngawen, Blora.
Mitra Dapur SPPG Ngawen 1 dan SPPG Ngawen 3, Febrian Candra, mengatakan pembelian sejumlah kebutuhan dapur di KDMP dilakukan mengikuti anjuran Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurut Febrian, keberadaan koperasi desa memberikan alternatif tempat berbelanja bagi pengelola dapur SPPG karena sejumlah kebutuhan tersedia dengan harga yang relatif terjangkau.
“Selain lebih mudah mendapatkan kebutuhan, berbelanja di koperasi desa juga lebih praktis karena tidak perlu mengantre saat melakukan pembayaran,” ujar Febrian, Selasa (11/8/2026).
Salah satu koperasi yang menjadi tempat pembelian kebutuhan dapur SPPG adalah KDMP Gotputuk, Kecamatan Ngawen. Sejumlah barang yang dibeli antara lain beras premium, minyak goreng premium hingga sabun cuci.
Di Kecamatan Ngawen, terdapat empat KDMP yang telah beroperasi, yakni KDMP Gotputuk, KDMP Trembulrejo, KDMP Karangtengah, dan KDMP Semawur.
Febrian memastikan pembelian kebutuhan dapur SPPG melalui koperasi desa akan dilakukan secara berkelanjutan. Artinya, aktivitas tersebut tidak hanya berupa pembelian sekali, tetapi menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan operasional dapur.
Keterlibatan KDMP dalam rantai pasok SPPG juga dinilai dapat membuka peluang bagi koperasi desa untuk berkembang sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Produk KDMP Gotputuk Diminati Pelajar
Sementara itu, Wakil Manager KDMP Gotputuk, Lusiana Widyawati Candra, mengatakan aktivitas perdagangan di koperasinya mulai menunjukkan perkembangan.
Menurut Lusiana, pihaknya masih menunggu pasokan sejumlah produk dari Agrinas. Di sisi lain, beberapa produk makanan ringan yang tersedia di KDMP Gotputuk disebut cukup diminati dan habis terjual dalam sebulan terakhir.
Tingginya penjualan tersebut salah satunya dipengaruhi lokasi koperasi yang berada tidak jauh dari sejumlah lembaga pendidikan, mulai dari sekolah dasar, taman kanak-kanak hingga PAUD.
“Anak-anak sekolah banyak yang membeli jajanan di KDMP karena lokasinya dekat dengan sekolah,” jelas Lusiana.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat aktivitas perdagangan di KDMP Gotputuk mulai tumbuh seiring meningkatnya masyarakat yang berbelanja di koperasi.
Keberadaan KDMP kini tidak hanya diarahkan sebagai tempat pemenuhan kebutuhan masyarakat desa, tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari rantai pasok berbagai program pemerintah.
Keterlibatan koperasi desa dalam memenuhi kebutuhan SPPG menjadi salah satu peluang untuk memperluas aktivitas usaha sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat di tingkat lokal.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
