Sunaryo menyebut sekolah telah dibekali program budaya sekolah aman dan nyaman melalui kelompok kerja (Pokja). Meski demikian, pencegahan perundungan tetap menjadi tantangan yang membutuhkan pengawasan lebih kuat.
"Guru harus ekstra hati-hati. Banyak faktor yang memengaruhi anak sekarang, termasuk dunia digital. Pengawasan harus lebih ditingkatkan," tegasnya.
Mengenai jumlah siswa yang diduga terlibat, Sunaryo mengaku belum mengetahui secara pasti. Beberapa siswa disebut telah mengakui melakukan pemukulan dan penendangan.
Dinas Pendidikan memastikan akan terus memantau perkembangan kasus tersebut agar tidak mengganggu proses belajar mengajar maupun menimbulkan dampak lanjutan terhadap para siswa.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
