Akibat dugaan kekerasan tersebut, korban mengalami luka robek pada bibir hingga harus mendapat jahitan. Wajah korban juga mengalami sejumlah memar dan telah mendapatkan perawatan medis.
"Sudah diobatkan di rumah sakit. Diberi obat. Orang tua menanggung biaya," ujarnya.
Danu mengatakan sejumlah orang tua siswa yang diduga terlibat telah mendatangi keluarga korban dan menyampaikan permintaan maaf. Namun, ia menyebut masih terdapat orang tua siswa yang dinilai belum menunjukkan empati terhadap kondisi korban.
Ia juga mempertanyakan pengawasan di lingkungan sekolah karena dugaan kekerasan disebut terjadi dalam dua hari berturut-turut.
"Harusnya sekolah tahu. Keamanannya, guru, apalagi guru BK. Harus tahu kondisi anak. Harusnya sekolah kontrol," tegasnya.
Kasus dugaan perundungan tersebut telah dilaporkan kepada Polres Blora. Keluarga korban berharap kejadian itu menjadi bahan evaluasi terhadap sistem pengawasan serta upaya pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
