Kondisi geografis menjadi salah satu alasan warga tidak mengandalkan sumur. Permukiman berada di kawasan perbukitan sehingga warga mengaku kesulitan mendapatkan sumber air tanah.
Saat musim penghujan, debit air di bak penampungan biasanya cukup besar sehingga air relatif mudah dialirkan ke rumah warga.
Namun, kondisi berbeda terjadi saat kemarau. Debit air menyusut sehingga aliran yang sampai ke rumah menjadi sangat kecil.
Warga pun harus menunggu lebih lama hingga air terkumpul dan dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Di tengah kondisi tersebut, warga berharap ada bantuan distribusi air bersih dari pemerintah. Hingga kini, warga Dusun Kalidadap 2 mengaku belum mendapatkan bantuan air bersih selama kemarau berlangsung.
Bagi warga, bantuan air bersih dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan dasar, terutama ketika debit sumber mata air terus menurun.
Kondisi krisis air ini sekaligus menunjukkan tantangan warga di kawasan perbukitan Bantul dalam memenuhi kebutuhan air bersih saat musim kemarau.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
