Joko juga menyoroti tantangan dunia usaha di tengah dinamika ekonomi global dan perubahan daya beli masyarakat. Dia menilai kondisi ekonomi yang naik turun merupakan bagian dari siklus bisnis.
Menurutnya, situasi tersebut tidak seharusnya membuat pelaku usaha kehilangan optimisme. Pengusaha justru perlu membaca perubahan dan menyesuaikan strategi bisnis dengan kondisi pasar.
"Banyak orang hari ini bilang ekonomi lagi berat, bahkan perbankan mencatat fenomena makan tabungan. Tapi dari sudut pandang pengusaha, turun dan naik itu biasa," ujarnya.
Selain kondisi ekonomi, Joko menilai perubahan gaya hidup masyarakat juga menjadi tantangan tersendiri. Menurutnya, perlu ada keselarasan antara kemampuan finansial dengan keinginan untuk memenuhi kebutuhan.
"Masyarakat harus sadar diri antara kemampuan dan keinginan. Jangan sampai besar pasak daripada tiang. Mensegerakan keselarasan antara kemampuan dan ekspektasi ini yang hari ini menjadi PR bersama kita," katanya.
HIPMI Sragen, lanjut Joko, akan berupaya mendorong pengusaha muda tetap produktif sekaligus mampu melihat peluang baru di tengah perubahan kondisi ekonomi.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
