Menurut Yudistira, kemandirian logistik menjadi salah satu aspek penting dalam kesiapan militer, terutama ketika menghadapi situasi kontingensi yang dapat membatasi distribusi bantuan dari luar.
Dengan kemampuan teritorial dan keterampilan produktif tersebut, Yonif TP diharapkan dapat menjalankan fungsi pertahanan sekaligus memberikan dukungan kepada masyarakat sesuai kebutuhan dan kewenangan satuan.
Yudistira mengatakan kekuatan Yonif TP di Sragen saat ini masih berkisar 450–500 personel. Jumlah tersebut direncanakan terus bertambah hingga mencapai target 1.000–1.200 prajurit dalam satu batalyon.
Ia juga menyampaikan perkembangan pembentukan Yonif TP secara nasional. Namun, jumlah satuan yang telah dibangun dan diresmikan masih perlu dipastikan berdasarkan data resmi terbaru agar angka yang disampaikan tidak menimbulkan perbedaan pemahaman.
Danrem menjelaskan Yonif TP memiliki orientasi tugas yang berbeda dengan Yonif Raider 408/Suhbrastha. Yonif Raider 408 disiapkan dengan penekanan pada kemampuan pertempuran, termasuk untuk penugasan pengamanan wilayah perbatasan dan menghadapi ancaman militer.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
