SRAGEN, iNewsSragen.id – Wagub Jateng Taj Yasin mendorong peternakan komunal di Desa Gemantar, Sragen, dikembangkan menjadi sumber biogas dan pupuk organik untuk warga.
Dorongan tersebut disampaikan Taj Yasin saat menyerahkan bantuan program Desa Dampingan 2026 dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 di Desa Gemantar, Kamis (5/11/2026). Ia hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Menurut Taj Yasin, pengelolaan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) peternakan secara komunal menjadi potensi yang dapat dikembangkan. Limbah kotoran ternak dinilai bisa diolah menjadi biogas untuk kebutuhan energi rumah tangga serta kompos bagi pertanian.
"Biasanya KUBE itu tidak komunal. Namun, di Desa Gemantar ini dikomunalkan. Ini perlu kita edukasi lagi karena berpotensi menjadi biogas maupun kompos. Kita ingin dari hulu sampai hilirnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Gus Yasin, sapaan akrabnya.
Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk Dinas ESDM, berkolaborasi mendampingi masyarakat. Pengembangan biogas dapat dilakukan setelah melalui kajian terhadap potensi dan kebutuhan energi di wilayah tersebut.
Taj Yasin mencontohkan pemanfaatan biogas dari limbah produksi tahu di Kabupaten Magelang yang mampu memenuhi kebutuhan energi lebih dari 100 kepala keluarga.
Selain pemberdayaan ekonomi, Gus Yasin menyoroti persoalan kesehatan masyarakat, khususnya stunting dan kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil. Ia meminta pendampingan keluarga dilakukan secara berkelanjutan, tidak sebatas memberikan edukasi tentang makanan bergizi.
Menurutnya, petugas kesehatan dan kader perlu memastikan asupan bergizi benar-benar dikonsumsi anak. Pendampingan juga harus dilakukan sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia pertumbuhan.
"Jangan sampai makanan bergizi sudah disiapkan, tetapi tidak sampai dikonsumsi anak. Ini perlu pendampingan dan pemantauan secara langsung," tegasnya.
Persoalan pendidikan, pernikahan usia anak, dan kebiasaan merokok di kalangan anak sekolah juga menjadi perhatian. Ia berharap seluruh OPD terlibat dalam program Desa Dampingan bekerja secara terpadu agar bantuan memberikan dampak nyata.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Zulfachmi Wahab mengatakan, program Desa Dampingan merupakan upaya Pemprov Jateng mempercepat pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Program tersebut mencakup 61 desa di 16 kabupaten dengan melibatkan 48 OPD. Khusus Desa Gemantar, terdapat 19 bentuk intervensi yang telah dilaksanakan maupun masih berjalan.
Bantuan tersebut meliputi pemberian makanan tambahan bagi 59 balita stunting selama tiga bulan, pemeriksaan kesehatan gratis, 13 kacamata untuk anak sekolah, pemeriksaan kualitas air bersih, hingga pengembangan KUBE.
Di bidang ekonomi, dua kelompok KUBE memperoleh bantuan modal masing-masing Rp20 juta. Selain itu, terdapat bantuan enam unit rumah tidak layak huni (RTLH) senilai Rp16 juta per unit, pemasangan listrik bagi tujuh warga, serta bantuan modal UMKM.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen Hargiyanto mengapresiasi dukungan Pemprov Jateng melalui program tersebut. Menurutnya, berbagai bantuan itu diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Gemantar.
Dalam kesempatan yang sama, dilakukan deklarasi Desa Siaga Tuberkulosis (TB) oleh Kepala Desa Gemantar sebagai komitmen meningkatkan kewaspadaan dan penanggulangan penyakit tersebut.
Gus Yasin juga meninjau KUBE Ternak Kambing yang dikelola secara komunal serta mengunjungi salah satu penerima bantuan RTLH. Salah seorang penerima manfaat, Fitriana, mengungkapkan rasa harunya setelah menerima bantuan.
"Senang campur menangis," kata Fitriana yang baru saja melahirkan anak keempatnya.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
