SUKOHARJO,iNewsSragen.id – Pemkab Sukoharjo menyiapkan pendampingan psikologis bagi ustadzah dan empat anak Ponpes Hamalatul Quran, Mojolaban, yang masih trauma pascakejadian 27 Oktober.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Sukoharjo, Sumini, mengatakan pendampingan dilakukan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).
"Pendampingan melibatkan UPTD PPA Kabupaten Sukoharjo dan UPTD PPA Provinsi Jawa Tengah. Layanan psikologis akan diberikan secara daring maupun melalui pertemuan langsung sesuai kebutuhan para korban," kata Sumini dalam keterangannya pada, Selasa (3/11/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan pendampingan berlangsung di Ponpes HQ, Senin (2/11/2026). Tim gabungan yang hadir terdiri atas PPA Polda Jawa Tengah, UPTD PPA Provinsi Jawa Tengah, UPTD PPA Sukoharjo, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Jawa Tengah, Kementerian Agama Sukoharjo, DPPKBP3A Sukoharjo, Camat Mojolaban, perangkat desa, dan Koramil Mojolaban.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan diterima tiga ustadzah dan seorang santri dengan didampingi kuasa hukum. Berdasarkan hasil pendampingan, masih terdapat satu santriwati di lingkungan pondok yang berdomisili di Kota Lampung.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
