get app
inews
Aa Text
Read Next : Rintihan Jasa Pembersih Makam, Lebaran 2025 TPU Pracimaloyo Sepi Peziarah

3 Kali Lebaran Nggak Pulang, Mahasiswa UMS Asal Yaman Betah di Indonesia

Rabu, 02 April 2025 | 11:03 WIB
header img
Mahasiswa asing UMS asal Yaman, Basheer Anwar Ibrahim Raje.Foto:iNews/ Istimewa

SUKOHARJO, iNewsSragen.id – Sudah tiga kali Idul Fitri, mahasiswa asing Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) asal Yaman, Basheer Anwar Ibrahim Raje, merayakan lebaran di Indonesia tanpa pulang ke kampung halamannya.

Sejak pertama kali mengenyam pendidikan di UMS, ia belum pernah kembali ke Yaman. Basheer mengaku tetap merasakan suasana Idul Fitri yang hangat di Indonesia meskipun jauh dari keluarga.

 “Alhamdulillah, vibes-nya bagus. Orang Indonesia adalah orang-orang yang penuh rahmat dan baik hati. Ketika bertemu dosen atau mahasiswa lain, mereka selalu menyapa dengan ‘Assalamualaikum’ dan mengucapkan ‘Selamat Idul Fitri,'” katanya, Selasa (1/4/2025).

Ia mengaku merasakan kebersamaan yang mirip dengan kampung halamannya saat merayakan momen berlebaran. Selalu ada makanan dan minuman di setiap rumah yang dikunjungi.

“Jika berkunjung ke rumah dosen, ada makanan dan minuman. Rasanya seperti di Yaman, jadi kita tidak merasa kehilangan suasana lebaran,” ujarnya.

Basheer biasanya melaksanakan sholat Idul Fitri di Edutorium KH. Ahmad Dahlan UMS bersama mahasiswa lainnya. Menurutnya, tidak ada perbedaan yang signifikan antara perayaan Idul Fitri di Indonesia dan di Yaman.

"Di sini dan di Yaman hampir sama. Orang-orang melaksanakan salat Id, bertakbir sebelum sholat, lalu bersalaman setelahnya. Setiap rumah menyediakan makanan untuk tamu yang datang,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan adanya tradisi pemberian uang lebaran kepada anak-anak di Yaman, yang serupa dengan budaya di Indonesia.

“Di Yaman, orang tua memberikan uang kepada anak-anak, sekitar 100 ribu rupiah jika dikonversikan. Sementara di Indonesia, anak-anak biasanya menerima 5.000 hingga 50.000 rupiah, tergantung kedekatan keluarga,” jelasnya.

Saat libur lebaran yang cukup panjang, Basheer biasanya menghabiskan waktu bersama teman-teman sesama mahasiswa asal Yaman maupun mahasiswa Indonesia. Ia juga pernah diajak merayakan lebaran di luar kota, yakni di Yogyakarta.

"Pernah sekali saya pergi ke Yogyakarta untuk bertemu teman-teman,” kenangnya.

Ketika ditanya mengenai kondisi di Yaman, Basheer mengungkapkan keprihatinannya terhadap konflik yang masih terjadi di negaranya.

“Saya berharap situasi di Yaman segera membaik, tidak ada lagi perang. Dan Amerika serta UK berhenti menyerang kami,” harapnya.

Meskipun jauh dari keluarga, Basheer merasa bersyukur karena keluarganya berada di daerah yang aman dari konflik. Namun, ia tetap memikirkan kondisi negaranya dan berdoa untuk keselamatan mereka.

“Saya ingin sekali merayakan Idul Fitri bersama keluarga di Yaman, tetapi biaya perjalanan sangat mahal. Jika pulang, saya mungkin sulit kembali lagi ke Indonesia,” sambungnya.

Sebagai mahasiswa semester empat, Basheer memiliki harapan besar selama Idul Fitri tahun ini. Ia berharap bisa sukses dalam studi, lulus tepat waktu, dan diberikan taufik serta hidayah untuk terus berbuat amal saleh.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut