Rintihan Jasa Pembersih Makam, Lebaran 2025 TPU Pracimaloyo Sepi Peziarah

Atas kondisi itu, otomatis juga berdampak pada penghasilan yang didapatkannya dari pekerjaan jasa membersihkan makam. Tahun lalu rata-rata selama seminggu setelah H+1 Lebaran bisa meraup upah perhari Rp 400-500 ribu, sekarang turun drastis hampir 80% atau sekira Rp50-100 ribu.
Rintihan yang sama juga diutarakan oleh Winarno (52), warga Makamhaji yang memiliki usaha pembuatan nisan dan jasa mengali kubur. Ia mengaku, sudah hampir satu terakhir usahanya sepi. Jika tahun -tahun sebelumnya ia selalu bersedekah untuk warga kurang mampu di sekitar rumahnya, tahun ini ia sama sekali tak berdaya.
"Selama bulan puasa ini, saya hanya mendapat satu pekerjaan mengecat bangunan pamijen (area bangunan pemakaman keluarga). Itupun hasilnya harus dibagi dengan 5 orang pekerja," bebernya.
Diantara sepinya peziarah di TPU Pracimaloyo, tampak sekeluarga besar Susanto (69) warga Solo yang lama merantau di Jakarta. Ia datang berziarah ke makam leluhurnya dengan mengajak serta anak dan cucu.
"Kegiatan ziarah ini kami laksanakan sebagai penghormatan kepada leluhur juga mengenalkan pada anak-anak bahwa kakek buyutnya adalah orang yang memiliki andil besar menjadikan mereka bisa sampai seperti sekarang ini," tandasnya.
Editor : Joko Piroso