Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bos Sritex Dituntut 16 Tahun Penjara dan Ganti Rugi Rp1,3 Triliun, Kuasa Hukum Ajukan Keberatan
Advertisement . Scroll to see content

LAPAAN RI Menentang BPI Danantara Terlibat Penyelamatan Sritex

Jum'at, 04 April 2025 | 14:33 WIB
  • author Nanang SN
LAPAAN RI Menentang BPI Danantara Terlibat Penyelamatan Sritex
Kondisi pabrik PT Sritex di Sukoharjo sepi pasca tutup tidak beroperasi.Foto:iNews/ Nanang SN

SUKOHARJO,iNewsSragen.id - Lembaga Penyelamat Aset dan Anggaran Belanja Negara (LAPAAN) RI menentang keras wacana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dilibatkan untuk menyelamatkan Sritex. Uang yang dihimpun Danantara dari sekira 14 emiten BUMN itu harus sepenuhnya digunakan untuk mensejahterakan rakyat.

"BPI Danantara itu berperan mengonsolidasikan aset-aset pemerintah. Lalu apakah Sritex itu bagian dari aset pemerintah?," kata Ketua LAPAAN RI BRM Kusumo Putro kepada awak media, Jum'at (4/4/2025)

Ia menegaskan, Sritex bukan perusahaan milik negara atau BUMN, maka sudah selayaknya jika Sritex pailit yang harus dilakukan pemerintah adalah fokus membantu eks karyawan yang hingga kini hak-haknya belum 100% didapatkan.

"Negara tidak boleh pilih kasih dalam membantu kesulitan finansial yang dialami perusahaan-perusahaan di tanah air. Pabrik tekstil di Indonesia yang mengalami kesulitan tidak hanya Sritex Grup saja," tegasnya.

Kusumo yang juga seorang advokat itu menyatakan, dalam kasus ini harus ada investigasi mendalam terkait ketidakmampuan Sritex untuk membayar hutang hingga dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga (PN) Semarang.

"Apakah ada unsur kesengajaan dari manajemen dan pemilik perusahaan? Pemerintah harus jeli sebelum membuat keputusan untuk menyelamatkan Sritex. Perlu dipahami, bahwa tutupnya Sritex bukan sebuah bencana yang harus ditangisi berlarut-larut," ucapnya.

Editor: Joko Piroso

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut