DPRD Sragen Panggil Manajemen DMST Usai Polusi Debu Dikeluhkan Warga, Janji Tuntas dalam Dua Pekan
Sementara itu, HRD PT DMST 1, Abbel Deni Prasojo, mengakui video yang sempat beredar di media sosial memang berasal dari area perusahaan. Namun ia menjelaskan saluran tersebut awalnya difungsikan sebagai pembuangan udara panas akibat perubahan bahan baku produksi.
Menurutnya, perubahan material produksi dari rayon polyester ke bahan berbasis kapas menyebabkan peningkatan suhu operasional sehingga memerlukan penyesuaian sistem.
Di sisi lain, Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Sugiyamto, menegaskan persoalan polusi tidak cukup diatasi hanya dengan menutup cerobong. Menurutnya, perusahaan perlu menghadirkan sistem pengolahan limbah udara yang lebih memadai agar dampaknya tidak membahayakan masyarakat.
“Harapan kami persoalan polusi ini segera diselesaikan. Jangan hanya menutup cerobong, tetapi harus ada alat pengelolaan limbah agar emisi yang keluar menjadi lebih aman dan tidak mengganggu masyarakat,” tegas Sugiyamto.
Ia mengingatkan bahwa dampak debu terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan balita, perlu menjadi perhatian serius karena daya tahan tubuh mereka lebih rentan.
Selain menyoroti persoalan lingkungan, Sugiyamto juga mendorong perusahaan untuk memberi perhatian terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. Menurutnya, perusahaan diharapkan memprioritaskan warga Sragen dalam perekrutan pekerja.
Editor : Joko Piroso