Sidang Isbat Zulhijah 1447 H Digelar 17 Mei, Kemenag Pantau Hilal di 88 Titik Indonesia
Selain jajaran Kementerian Agama, sidang juga akan dihadiri perwakilan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Komisi VIII DPR RI, Tim Hisab Rukyat, pimpinan pondok pesantren, serta perwakilan negara sahabat.
Berdasarkan hasil perhitungan hisab, ijtimak atau konjungsi menjelang Zulhijah diperkirakan terjadi pada Minggu, 17 Mei 2026 sekitar pukul 03.00.55 WIB.
Saat proses rukyat berlangsung, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia diprediksi berada di atas ufuk dengan ketinggian berkisar antara 3 derajat 37 menit hingga 6 derajat 54 menit. Sementara sudut elongasi atau jarak sudut bulan dan matahari diperkirakan berada pada rentang 8 derajat 58 menit hingga 10 derajat 36 menit.
Kemenag menyebut pelaksanaan rukyatul hilal dilakukan secara luas guna memastikan hasil pengamatan lebih akurat. Titik pengamatan tersebar di berbagai lokasi strategis seperti observatorium, kawasan pantai, menara pemantauan, rooftop gedung hingga masjid di sejumlah daerah.
“Pemantauan hilal dilakukan secara luas di berbagai wilayah Indonesia agar hasil rukyat yang diperoleh semakin akurat dan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam sidang isbat,” kata Arsad.
Editor : Joko Piroso