Viral Konten Pocong di Sragen, 7 Pelajar Menangis dan Sungkem ke Orang Tua di Hadapan Kapolres
Menurutnya, pola pikir tersebut berpotensi memicu kenakalan remaja apabila tidak dibarengi pengawasan dan edukasi yang baik.
“Sekarang banyak anak muda berlomba mencari popularitas di media sosial tanpa memikirkan dampaknya. Ini menjadi perhatian bersama,” ungkap AKP Catur.
Sebagai bagian dari pembinaan lanjutan, para pelajar tersebut juga menjalani pendataan dan pengambilan sidik jari. Mereka diwajibkan melakukan wajib lapor dua kali dalam seminggu ke Satreskrim Polres Sragen serta mengikuti pembinaan dari Sat Binmas.
Kegiatan pembinaan berlangsung aman dan kondusif. Polres Sragen berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi generasi muda agar lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah terjebak tren konten viral yang merugikan diri sendiri maupun masyarakat.
“Saya masih peduli terhadap masa depan kalian. Jangan ulangi lagi dan jadilah anak yang membanggakan orang tua,” pungkas Kapolres Sragen.
Editor: Joko Piroso