Lokakarya Kemenkop RI dan Koperasi Ngawi Tani Mandiri Hasilkan MoU Rp 27,6 Miliar
Dalam sambutanya, Ony berharap nasib KDMP tidak seperti KUD di masa lalu, karena itu diperlukan sistem jaringan seperti metode yang diperkenalkan dalam lokakarya ini.
"Melaui ( lokakarya ) ini diharapkan tidak seperti KUD masa lalu, modelnya koperasi tapi dalam menjalankanya sistem kapitalis yang hanya dilakukan oleh segelintir pemilik modal, karena itu, koperasi yang sudah eksis bisa menjadi mitra strategis bagi kehadiran KDMP," kata Ony yang didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UKM Ngawi, Sumarsono.
Lebih jauh Asisten Deputi Ekselerasi Jaringan Usaha Kemenkop RI, Cecep Setiawan tujuan utama dari kegiatan ini untuk mengangkat potensi unggulan daerah.
"Kami berharap produksi beras yang menjadi unggulan di Ngawi, bisa di konsolidasi melaui koperasi yang sudah berpengalaman agar bisa menjual lagi ke jangkauan lebih luas," terang Cecep.
Menurut Cecep lokakarya selama dua hari ini tidak hanya bermateri wawasan bimbingan teknis, namun juga para peserta diajak kelapangan berupa kunjungan ke perusahaan pengolahan padi modern.
"Dari pelaksanaanya selama dua hari ini, alhamdulillah para peserta memberi tanggapan positif dimana mereka mendapatkan pengalaman secara langsung, bahkan dalam lokakarya ini, berhasil membukukan MoU senilai Rp 27,6 milyar yang ditandatangani, dan ini sesuai yang kami harapkan," ungkap Cecep.
Editor : Joko Piroso