Lokakarya Kemenkop RI dan Koperasi Ngawi Tani Mandiri Hasilkan MoU Rp 27,6 Miliar
Disisi lain bagi Ketua Koperasi Ngawi Tani Mandiri, Galih Wiranegara menyebut lokakarya ini dapat menjadi sarana kemitraan antar koperasi tapi juga dengan para petani sebagai pemangku 50 000 hektar sawah padi yang ada di Ngawi.
"Berlatar Ngawi sebagai kabupaten dengan produktifitas padi tertinggi dari puluhan ribu hektar lahan padi, ini tidak cukup kita kerja sendiri, karenanya, salah satu prinsip disini adalah tidak hanya gotong royong antar anggota tapi juga kerjasama antar koperasi agar kesejahtera bersama dapat tercapai," kata Galih.
Manfaat lokarya juga diakui oleh Ketua KDMP desa Gelung Kecamatan Paron Margo Subagyo, dimana selaiin mendapatkan wawasan manajerial juga menjadi kepercayaan diri bagi para pengurus lain ke para perani untuk menjual gabahnya ke KDMP.
"Pengetahuan yang dipaparkan dalam lokakarya ini menambah kepercaya diri kami dihadapan para petani untuk mau menjual gabahnya ke KDMP agar harga tidak dipermainkan oleh tengkulak," ungkap Margo yang berharap KDMP yang dipipimnya segera beroperasi secara maksimal.
Saat ini sebanyak 122 KDMP di kabupaten Ngawi sudah siap beroperasi dari 217 yang direncanakan dimana 91 diantanya masih dalam proses pembangunan dan 4 masih dalam pencarian lahan.
Editor : Joko Piroso