GPS Sragen Klarifikasi Isu Bubar, Akui Sekretariat Tutup karena Kendala Sewa
SRAGEN, iNewsSragen.id – Isu Gerakan Pembaharuan Sragen (GPS) bubar mencuat setelah sekretariat organisasinya terlihat sepi dalam beberapa waktu terakhir. Namun, pengurus memastikan organisasi tersebut masih tetap berjalan. Sepinya aktivitas di kantor disebut terjadi karena masa sewa gedung telah berakhir dan GPS masih mencari sekretariat baru.
Belakangan, kondisi kantor GPS yang tidak lagi ramai aktivitas memunculkan berbagai spekulasi di masyarakat. Organisasi yang sempat aktif menyuarakan berbagai isu pembangunan daerah menjelang Pemilihan Bupati (Pilkada) Sragen itu dikabarkan telah menghentikan kegiatannya.
Menanggapi kabar tersebut, Presidium GPS, Mukafi Fadli, membantah bahwa organisasinya telah bubar. Menurutnya, sekretariat memang sementara tidak digunakan karena masa kontrak bangunan telah habis.
"Hehe... pindah yang lebih terjangkau, Mas. Kalau belum dapat ya 'istirahat di tempat' dulu," ujar Mukafi saat dikonfirmasi.
Mukafi menjelaskan, GPS saat ini sedang mencari lokasi sekretariat baru yang dinilai lebih sesuai dengan kemampuan organisasi.
Keterangan serupa disampaikan anggota GPS, Eko Wijiono. Ia mengatakan belum adanya kantor baru menjadi salah satu penyebab aktivitas organisasi tidak lagi terpusat di satu lokasi.
"Iya, belum dapat kantor lagi. Rencananya (pindah) ke tempatnya Pak Mukafi," katanya.
Editor : Joko Piroso