Siswi 16 Tahun di Karo Alami Gangguan Ingatan, Dokter: Penyebab Harus Diperiksa Menyeluruh
Menurut Wahyu, toksin dapat mengganggu sistem neurotransmiter, yakni zat kimia yang berperan membawa pesan antarsel saraf. Gangguan komunikasi sel saraf tersebut dapat memengaruhi sejumlah fungsi kognitif, termasuk perhatian, kemampuan berpikir, dan daya ingat.
“Intoksikasi akibat keracunan makanan memang dapat menyebabkan gangguan fungsi otak. Toksin dapat memengaruhi fungsi neurotransmiter sehingga mengganggu kerja sel-sel otak. Kondisi tersebut dapat menimbulkan gangguan kognitif, termasuk gangguan daya ingat,” kata Wahyu, Kamis (10/9/2026).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa penjelasan tersebut merupakan gambaran medis secara umum dan tidak serta-merta membuktikan penyebab gangguan yang dialami Febiola.
Untuk menentukan penyebab pada pasien tertentu, dokter perlu mempertimbangkan jenis toksin, tingkat paparan, gejala klinis, riwayat penyakit, serta hasil berbagai pemeriksaan penunjang.
Gangguan neurologis setelah keracunan juga tidak selalu terjadi akibat toksin secara langsung. Kondisi lain, seperti kekurangan oksigen atau hipoksia, gangguan metabolik, maupun kejang berkepanjangan, juga dapat memengaruhi fungsi sel saraf.
“Kerusakan sel otak tidak selalu terjadi akibat toksin secara langsung. Ada faktor-faktor lain yang dapat ikut berperan. Karena itu, mekanisme dan penyebab gangguan pada setiap pasien harus diperiksa secara menyeluruh,” ujarnya.
Editor: Joko Piroso