Emak-Emak Ibu Berisik Gelar Aksi di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Suarakan Empat Tuntutan
YOGYAKARTA, iNewsSragen.id – Kelompok perempuan yang tergabung dalam Ibu Berisik menggelar aksi di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Dengan membunyikan peralatan dapur, mereka menyuarakan kritik terhadap kinerja pemerintah sekaligus menyampaikan kegelisahan terkait persoalan ekonomi dan hak masyarakat.
Aksi tersebut menarik perhatian pengguna jalan dan wisatawan yang melintas. Sejumlah peserta memukul berbagai peralatan masak sebagai alat musik pengiring untuk menyampaikan pesan melalui lirik dan nyanyian bernada kritik.
Beberapa pengguna jalan bahkan ikut merespons dengan membunyikan klakson kendaraan. Menurut kelompok tersebut, aksi kali ini merupakan kegiatan ke-10 yang mereka gelar di wilayah Yogyakarta.
Juru bicara Ibu Berisik, Siti Fauziah, membacakan empat tuntutan utama dalam aksi tersebut. Pertama, mendesak pemerintah menjalankan pengelolaan negara secara profesional dan bertanggung jawab.
Kedua, meminta pemerintah memprioritaskan anggaran untuk menjaga stabilitas ekonomi serta memenuhi hak-hak dasar masyarakat. Ketiga, mendesak penghentian dugaan intimidasi yang dilakukan aparat tidak berseragam. Keempat, meminta jaminan kebebasan berpendapat, termasuk tanpa pembatasan atau sensor di media sosial.
Siti mengatakan, aksi tersebut menjadi sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan kegelisahan atas berbagai persoalan yang dinilai belum mendapatkan penyelesaian memadai dari pemerintah.
Kelompok Ibu Berisik menggelar aksi di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta dengan membunyikan peralatan dapur sebagai bentuk penyampaian kritik dan aspirasi kepada pemerintah. Foto: iNews/ Garth A
Menurut dia, salah satu persoalan yang dirasakan masyarakat adalah kenaikan harga kebutuhan pokok yang tidak sebanding dengan peningkatan penghasilan. Kondisi tersebut dinilai semakin membebani kehidupan sehari-hari, terutama bagi kelompok masyarakat dengan pendapatan terbatas.
“Sebagai rakyat, kami turun ke jalan untuk mengingatkan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab besar. Kami berharap tuntutan ini dipenuhi dan dilaksanakan, sehingga masyarakat tidak perlu terus turun ke jalan hanya untuk menyampaikan aspirasi,” kata Siti.
Ia berharap pemerintah memberi perhatian terhadap kondisi ekonomi masyarakat, termasuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok. Menurutnya, kenaikan harga yang tidak diikuti peningkatan pendapatan membuat masyarakat semakin kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selain membunyikan peralatan dapur, peserta aksi dan sejumlah simpatisan juga menyampaikan orasi. Pesan kritik turut disampaikan melalui lukisan dan spanduk yang dibawa dalam kegiatan tersebut.
Aksi yang berlangsung sejak sore hari itu ditutup dengan nyanyian dan doa bersama. Para peserta berharap pemerintah menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan serta memberikan perhatian terhadap persoalan ekonomi, kebebasan berpendapat, dan perlindungan hak masyarakat.
Editor: Joko Piroso